Opsiberita.com - Polres Mandailing Natal ( Madina) didesak agar mengusut tuntas kasus tewasnya pekerja tambang di Simpang Tolang Kotanopan, Selasa (20/10/2026) dini hari.
Desakan tersebut dimaksudkan agar ada penegakan hukum yang berkeadilan, sehingga pihak - pihak yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban harus diseret ke meja hukum.
" Saya mendesak Polres Madina agar dapat menuntaskan kasus tewasnya pekerja tambang di Simpang Tolang Kotanopan, harus ada kepastian hukum terhadap nyawa yang melayang sehingga keadilan dapat ditegakkan", ucap praktisi hukum Solahuddin SH MH melalui sambungan telepon,Rabu (21/10/2026).
Advokad kenamaan Mandailing Natal ini juga meminta Polres Madina secara serius menuntaskan kasus tersebut, apalagi mengingat kegiatan tambang tersebut juga tidak memiliki izin ( ilegal).
Solah yang juga anggota PERADI Tabagsel mendesak polisi untuk meminta pertanggungjawaban hukum terhadap pengelola dan pemilik lahan tambang, karena kedua pihak tersebut dinilai sebagai pihak yang paling bertanggungjawab terhadap korban.
Advokad itu juga mewanti - wanti agar kasus tewasnya pekerja tambang ilegal Simpang Tolang tidak bernasib sama dengan kasus - kasus sebelumnya, tidak jelas penanganannya, tidak pernah terdengar sampai ke Pengadilan.
" Kita minta kasus ini harus sampai ke Pengadilan, saya rasa sudah cukup banyak kasus korban meninggal dunia di lokasi tambang, namun tidak jelas endingnya", tandasnya.
Ia juga meminta warga masyarakat tetap memantau kasus ini, dan terus mengikuti perkembangan."Kita ingin kasus ini ada yang bertanggungjawab dan sampai ke Pengadilan", pungkas
Seperti diketahui, korban diketahui bernama Anwar (43), pria berdarah Sunda yang berdomisili di Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat. Sementara itu, pemilik lubang tambang tersebut diduga kuat berinisial SC alias Chaniago, warga Desa Pidoli Lombang, Panyabungan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa tragis itu terjadi saat wilayah Kotanopan diguyur hujan deras. Pohon aren yang berada di sekitar lokasi tambang mendadak tumbang dan langsung menimpa bangunan camp.
Jenazah korban baru berhasil dievakuasi dari area tambang sekitar pukul 03.00 WIB dini hari oleh sesama pekerja tambang milik SC dan karyawan lubang lainnya.(AFSIR)
