Opsiberita.com – Janji kontraktor CV Namburak untuk memulai pengerjaan ruas Jalan Adianjior–Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pada Senin (19/10/2026), tak terbukti. Hingga Rabu (21/10/2026), belum terlihat tanda-tanda pekerjaan akan dimulai.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Madina, Abdul Rahim Siregar, menyampaikan bahwa pihak kontraktor telah berjanji mulai bekerja setelah dirinya menghubungi pihak terkait.
"Tadi saya sudah menelepon yang bersangkutan, mereka bilang mulai Senin besok, mereka akan mulai bekerja, karena sebagian alat beratnya sudah di lokasi," ucap Abdul Rahim saat dikonfirmasi belum lama ini.
Namun, hingga tiga hari setelah jadwal yang dijanjikan, kondisi ruas jalan tersebut masih memprihatinkan. Badan jalan dipenuhi debu dan lumpur, sementara kepastian dimulainya pengerjaan belum diketahui.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan jalan tersebut menelan anggaran sekitar Rp471 juta lebih dengan masa pengerjaan 90 hari kalender, terhitung sejak Agustus 2026.
Meski kini telah memasuki penghujung Oktober, pekerjaan yang diharapkan masyarakat belum juga menunjukkan perkembangan berarti.
Kondisi ini semakin dikeluhkan warga setelah pengerukan drainase di kedua sisi jalan menyisakan tumpukan tanah dan lumpur di badan jalan. Material tersebut mengering saat cuaca panas dan menimbulkan debu, sedangkan ketika hujan turun, permukaan jalan menjadi licin.
"Kalau hujan seperti ini, jalan ini jadi licin, sedang jika musim panas akan mengundang debu yang pekat. Kami mengecam pemborong dan Dinas PUPR yang sepertinya tidak paham dengan kondisi kami ini," ujar Sakdiyah bersama temannya, Selfi, warga Hutabargot, saat melintas di ruas jalan tersebut, Selasa (20/10/2026).
Sakdiyah mengaku setiap hari melintasi jalan itu untuk menuju kampusnya di STAIN Madina. Kondisi jalan yang berdebu dinilainya sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan pengguna jalan.
Keluhan warga semakin terasa ketika Madina beberapa waktu lalu dilanda kabut asap. Debu dari badan jalan yang rusak bercampur dengan kondisi udara yang dipenuhi asap sehingga menambah ketidaknyamanan masyarakat.
"Syukurlah asapnya sudah hilang, kemarin kita di sini makan abu, minum asap," ucap Sakdiyah.
Sebelumnya, sekitar sebulan lalu, CV Namburak telah melakukan pengerukan drainase di kedua sisi jalan tersebut. Namun, tanah hasil pengerukan yang berceceran di badan jalan dibiarkan tanpa penanganan memadai.
Kondisi itu tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama ketika hujan membuat permukaan jalan licin dan saat cuaca panas memicu debu.
Masyarakat kini menunggu langkah nyata kontraktor dan Dinas PUPR Madina untuk memastikan pekerjaan segera dilaksanakan serta kondisi jalan kembali layak dilalui.(afsir)
