Opsiberita.com – Polres Mandailing Natal (Madina) mendalami kasus tewasnya seorang pekerja tambang emas tanpa izin (PETI) di Desa Simpang Tolang, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Madina. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Korban bernama Anwar (43), warga Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat, dilaporkan meninggal dunia setelah camp tempatnya menginap tertimpa pohon aren yang tumbang akibat hujan deras pada Senin (19/10/2026).
“Polres Madina dan Polsek Kotanopan masih terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Namun, hingga kini belum bisa disebutkan mengarah kepada siapa pun yang patut dimintai pertanggungjawaban,” kata Humas Polres Madina, Bripka Roi Manurung, melalui sambungan telepon, Rabu (21/10/2026).
Roi tidak menampik kemungkinan penyidik memeriksa sejumlah pihak dalam proses penyelidikan, termasuk pemilik tambang berinisial SC alias Chaniago.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu terjadi ketika wilayah Kotanopan diguyur hujan deras. Pohon aren yang berada di sekitar lokasi tambang tiba-tiba tumbang dan menimpa bangunan camp tempat korban menginap.
Jenazah korban dilaporkan baru berhasil dievakuasi dari lokasi tambang sekitar pukul 03.00 WIB oleh sesama pekerja tambang.
“Korban meninggal dunia tertimpa pohon aren. Kebetulan di lokasi diguyur hujan deras sehingga pohon tumbang menimpa camp,” ujar seorang sumber lokal yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sumber tersebut menyebut SC diduga merupakan salah seorang pengusaha tambang emas ilegal di kawasan Simpang Tolang yang mengoperasikan lebih dari satu lubang tambang. Namun, informasi mengenai kepemilikan dan aktivitas tambang tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kepala Desa Sirambas, Ilham Suhdi Nasution, membenarkan bahwa korban merupakan warganya yang meninggal dunia di lokasi penambangan emas di Simpang Tolang. Jenazah korban telah dibawa ke rumah duka oleh rekan kerjanya.
“Saat ini jenazah korban sudah berada di rumah duka, dibawa oleh rekan kerjanya menggunakan mobil. Korban bekerja sebagai penambang di Simpang Tolang dengan Caniago (SC), warga Pidoli Lombang,” kata Ilham saat dikonfirmasi wartawan.
Terpisah, Kapolres Madina AKBP Bagus Priyandi menyatakan pihaknya telah menerjunkan personel untuk menangani peristiwa tersebut.
“Peristiwa tersebut sudah dalam penanganan Polsek Kotanopan dan Polres Madina. Pemeriksaan serta pengumpulan bahan keterangan di lapangan dilaksanakan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tegas Bagus.
Hingga berita ini ditulis, SC alias Caniago belum berhasil dihubungi melalui nomor telepon yang diperoleh wartawan untuk dimintai konfirmasi.
Polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap rangkaian peristiwa tersebut, termasuk memastikan ada atau tidaknya pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.(Afsir)
