Opsiberita.com – Tokoh masyarakat Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menantang Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Madina untuk menangkap bandar besar yang diduga selama ini memasok narkoba ke wilayah tersebut.
“Saya ketawa saja melihat penangkapan itu. Mereka hanya berani menangkap kroco-kroco. Coba bandar besar, berani tidak?” tegas tokoh masyarakat Hutabargot yang meminta identitasnya tidak disebutkan, saat ditemui di sebuah kedai kopi, Rabu pagi (14/10/2026).
Ia mengaku heran terhadap langkah aparat Satresnarkoba Polres Madina yang dinilainya hanya menyasar pelaku kecil atau pengecer, sementara bandar besar yang disebutnya berinisial AB alias Mery dan BN diduga belum tersentuh penegakan hukum.
Tokoh masyarakat tersebut juga menilai Hutabargot Lombang bukan wilayah dengan peredaran narkoba paling parah di Kecamatan Hutabargot.
Menurut dia, peredaran narkoba di Desa Hutabargot Nauli atau Hutajulu justru jauh lebih besar dibandingkan dengan Hutabargot Lombang.
Namun, ia mempertanyakan mengapa aparat disebutnya lebih sering melakukan penyisiran di Hutabargot Lombang, sedangkan peredaran narkoba di Hutabargot Nauli dinilainya lebih mengkhawatirkan.
“Sudah seperti kacang goreng di sana itu, Bang,” ujarnya.
Ia menduga maraknya peredaran narkoba di Hutabargot Nauli berkaitan dengan keberadaan kawasan pertambangan di wilayah tersebut. Menurut dia, kondisi itu sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.
Karena itu, ia kembali meminta Satresnarkoba Polres Madina agar menindaklanjuti dugaan keterlibatan bandar besar dan tidak hanya berfokus pada pelaku kecil.
“Saya minta sekali lagi, Satnarkoba Polres Madina dapat menyisir bandar besar, apalagi ini sudah menjadi program Kapolri Jenderal Suyudi AS,” pungkasnya.
(AFSIR)
