Opsiberita.com - Dugaan bahwa Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menjadi salah satu wilayah rawan narkoba semakin menguat. Dalam sebulan terakhir, Satres Narkoba Polres Madina tercatat sudah 3–4 kali melakukan penangkapan pelaku narkoba di sejumlah desa, termasuk tiga kali di Simalagi dan satu kali di perbatasan Mondan–Sayurmaincat.
Kamis siang (20/11/2025), kabar mengejutkan datang dari Desa Hutabargot Lombang. Kepala Desa Muhammad Said Pulungan SE bersama warga menemukan puluhan alat hisap sabu (bong) berserakan di tumpukan sampah saat kegiatan gotong royong.
“Saat gotong royong, saya dan warga menemukan banyak botol bong penghisap sabu di samping halte dekat jembatan menuju SMA Negeri 1 Hutabargot,” ujar Muhammad Said melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan, bong yang ditemukan tampak masih baru digunakan dan bercampur dengan sampah rumah tangga. Temuan ini membuatnya semakin prihatin terhadap kondisi keamanan dan peredaran narkoba di wilayah tersebut.
“Pantas saja warga Madina menyebut Kecamatan Hutabargot sudah menjadi ‘Gunung Baringin dua’ saat ini, apalagi sebelumnya juga ditemukan adanya ladang ganja,” kata Alumni USU itu.
Muhammad Said mengakui program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) di wilayahnya belum berjalan optimal dan membutuhkan dukungan lebih kuat dari aparat penegak hukum.
“Kami berharap Satnarkoba Polres Madina lebih intens melakukan patroli, sehingga pergerakan para penyalahguna narkoba dapat ditekan,” ujarnya.
Kades Hutabargot Lombang itu menambahkan, gotong royong di desanya dilakukan setiap hari Kamis sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan. Desa Hutabargot Lombang juga menjadi salah satu dari enam desa binaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Program Kampung Iklim (ProKlim).(ob/afsir)
