Opsiberita.com - Ketua Komisi I DPRD Mandailing Natal ( Madina) Ahmad Taufiq Siregar mengklaim pernah melakukan Rapat Dengar Pendapat ( RDP) terkait persitiwa korban longsor tambang ilegal yang menyebabkan korban jiwa di beberapa lokasi.
Menjawab pertanyaan wartawan apakah Komisi I DPRD Madina yang membidangi hukum pernah melakukan Rapat Dengar Pendapat ( RDP) terkait maraknya korban tewas di tambang ilegal ke pihak - pihak terkait?
Ketua Komisi I DPRD Madina Ahmad Taufiq Siregar pun menyatakan, pernah namun ketika ditanya apakah ada Berita Acara (BA),Taufiq pun tidak menjawab lagi, saat ditanya melalui pesan aplikasi whatsapp,Senin (9/2/2026).
Tidak dapat menjawab dan memberikan penjelasan, Taufiq malah menyuruh agar wartawan datang menemuinya ke kantor PKB Madina.
Bahkan ia sempat menyebutkan bahwa terkait tambang ilegal telah beberapa kali dilakukan pertemuan dengan unsur Forkopimda di aula kantor Bupati beberapa waktu lalu.Bahkan diikuti beberapa unsur masyarakat.
Dari beberapa peristiwa,terhitung mulai tahun 2025 lalu tambang maut ilegal di beberapa kecamatan telah berulang kali terjadi dan mengakibatkan korban tewas dan luka - luka, akibat longsor dan kecelakaan kerja.
Namun anehnya, kasus demi kasus tidak ada pihak yang dimintai pertanggungjawaban secara hukum.Setiap kasus tewas di tambang ilegal hanya kandas di tingkat penyelidikan,kasus pun kandas dengan modus telah terjadi perdamaian.
Dalam catatan media ini dari bulan Mei 2025 hingga Februari 2026 aktifitas tambang ilegal telah menimbulkan sedikitnya 6 orang korban tewas di kecamatan Muara Batang Gadis ( MBG), Linggabayu dan Barang Natal dan Kotanopan.
Korban adalah MBG AMH (48) warga Desa Suka Makmur meninggal dunia di tambang ilegal Aek Korsik Desa Tagilang pada Kamis (15/5/2025).
Kemudian M (53) warga Desa Kampung Baru Linggabayu tewas tertimbun longsor di wilayah kampung baru pada (22/5/2025).
AK (25) warga Desa Ampung Siala kecamatan Batang Natal, tertimbun Longsor dan dinyatakan tewas di lahan tambang ilegal Desa Simpang Durian kec Linggabayu, Minggu (25/5/2025).
Kemudian,R (10) dan S (9) warga Desa Rantobi kec Btg Natal ditemukan tewas tenggelam di kolam bekas galian tambang ilegal yang ditinggalkan,kamis (29/5/2025).
Selanjutnya RN (48) warga Dusun Pulo Padang Linggabayu tewas tertimbun longsor di lahan tambang ilegal, Jum'at (13/6/2025).
Dan pada 10 July 2025 tambang ilegal di Desa Simpang Banyak kecamatan Ulu Pungkut,seorang warga Desa Huta Padang ditemukan tewas di lokasi tambang ilegal milik Juanda.
Terakhir, korban tewas di wilayah Muara Tagor Desa Muara Pungkut,kecamtan Kotanopan juga mengakibatkan tewas 1 orang dan 2 luka pada pada Sabtu (31/1/2026).( AFSIR)
