Trending

Breaking

Lakukan Autopsi, Polres Madina Bongkar Makam Terduga Korban Pembunuhan di Lokasi Tambang Km 2 Hutabargot

Ilustrasi pembongkaran pemakaman oleh kepolisian. (Ilustrasi AI)

Opsiberita.com
– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mandailing Natal (Madina) menunjukkan keseriusannya dalam mengungkap dugaan kasus pembunuhan berencana yang terjadi di lokasi tambang Kilometer 2, Kecamatan Hutabargot, beberapa bulan lalu.

Keseriusan tersebut ditandai dengan rencana pelaksanaan autopsi terhadap jasad Muhammad Solih yang diduga menjadi korban pembunuhan. Satreskrim Polres Madina telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada kuasa hukum keluarga korban, Solahuddin Hasibuan SH MH, terkait agenda pembongkaran makam untuk keperluan autopsi.

"Iya benar, saya telah menerima surat pemberitahuan dari Satreskrim Polres Madina terkait rencana pembongkaran makam Muhammad Solih yang diduga menjadi korban pembunuhan di lokasi tambang Kilometer 2 untuk dilakukan autopsi," ujar Solahuddin Hasibuan, Kamis (11/6/2026).

Dalam surat yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Tri Boy Alvin Siahaan, disebutkan bahwa autopsi akan dilakukan dengan menghadirkan tim ahli forensik guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Rencananya, pembongkaran makam Muhammad Solih akan dilaksanakan pada Rabu (17/6/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan atas dugaan tindak pidana yang menyebabkan kematian korban di lokasi tambang tersebut.

Autopsi tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan polisi yang dibuat oleh istri korban dengan Nomor: LP/B/214/V/2026/SPKT/Polres Madina.

Selain itu, proses penyelidikan juga mengacu pada Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP/Lid/291/V/Res.1.7/2026/Reskrim yang diterbitkan oleh Satreskrim Polres Madina.

Kuasa hukum keluarga korban, Solahuddin Hasibuan, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan jajaran Satreskrim Polres Madina dalam menangani kasus tersebut.

"Kita patut mengapresiasi kinerja Kasat Reskrim yang baru. Gerak cepat, senyap, namun sudah mengambil langkah autopsi. Ini kabar baik bagi penegakan hukum di Mandailing Natal," katanya.

Menurut Solahuddin, autopsi menjadi langkah penting untuk mengungkap fakta-fakta medis yang dapat membantu penyidik mengungkap penyebab kematian korban serta menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Madina masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap secara terang dugaan pembunuhan yang dilaporkan keluarga korban.

(AFSIR)

Lebih baru Lebih lama

Iklan

Formulir Kontak