Yatibersa Gelar Khitanan Massal 250 Anak dan Santunan Anak Yatim Dalam Rangka HUT Ke-6


Opsiberita.com
- Yayasan Tiga Belas Bersaudara (Yatibersa) menggelar bakti sosial berupa khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, dan santunan anak yatim di Masjid Taqwa Al Adli, Jalan Tanjung Balai, Gang Benay, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (4/7/3026). 



Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Yatibersa yang akan diperingati pada 3 Agustus 2026.



Sebanyak 250 anak mengikuti khitanan massal yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Para peserta berasal dari Dusun Paya Geli dan sejumlah daerah lainnya. Sementara itu, pada sore hari, yayasan juga memberikan santunan kepada 50 anak yatim.



Selain itu, masyarakat juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Mulyorejo dan didukung tim medis berjumlah 12 orang yang dikoordinatori dr. Azis.



Kegiatan tersebut dihadiri Pembina Yatibersa H. Musa, SH, MH, Ketua Umum Yatibersa Dicky Arisandi Nur Ichwal, Bendahara Hj. Indah Nurlaila Maghfiroh, Ketua Panitia Fahmi Hamdani yang juga menjabat Ketua Cabang Yatibersa Sumatera Utara, para donatur, serta masyarakat.


Pelaksanaan bakti sosial juga mendapat dukungan dari YBM (Yayasan Baitul Mal) Unit Induk Distribusi PT PLN (Persero) Sumatera Utara, donatur Michael, serta sejumlah donatur lainnya.


Pembina Yatibersa H. Musa mengatakan, rangkaian HUT ke-6 Yatibersa sebelumnya diawali dengan tabligh akbar pada Jumat (3/7) yang menghadirkan Ustaz Abdul Muhadir Ritonga dan qar internasional H. Jakpar Hasibuan.


Dijelaskannya, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian yayasan terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya keluarga prasejahtera dan kaum duafa.


"Saat ini kami melaksanakan bakti sosial berupa sunatan massal, santunan anak yatim, dan cek kesehatan gratis. Seluruh rangkaian ini merupakan bagian dari peringatan hari jadi Yayasan Tiga Belas Bersaudara yang ke-6," ujarnya.


Menurut H. Musa, terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan para donatur yang selama ini konsisten membantu berbagai program kemanusiaan yang dijalankan yayasan.


"Alhamdulillah, kegiatan ini diperuntukkan bagi keluarga prasejahtera dan kaum duafa agar mereka benar-benar merasakan manfaat dari kehadiran Yayasan Tiga Belas Bersaudara," katanya.


Ia menjelaskan jumlah peserta khitanan massal terus meningkat setiap tahun. Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 250 anak mengikuti khitanan massal, sedangkan santunan diberikan kepada 50 anak yatim.


"Kami juga bekerja sama dengan YBM Unit Induk Distribusi PLN Sumatera Utara. Insyaallah rangkaian HUT ini akan dilanjutkan dengan kegiatan donor darah dan tasyakuran," ungkapnya.


H. Musa menuturkan waktu pelaksanaan dipilih saat masa libur sekolah sehingga lebih banyak anak dapat mengikuti khitanan massal.


"Kebetulan anak-anak sedang libur sekolah, sehingga antusiasme peserta sangat tinggi," ujarnya.


Dalam kesempatan itu, H. Musa juga mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang baru diterimanya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sebagai Aparat Penegak Hukum Sahabat Duafa dan Masyarakat Miskin.


Penghargaan tersebut diserahkan pada 2 Juli 2026 di Hotel Sahid, Jakarta, dalam acara yang dihadiri unsur Kementerian Agama, Wakil Jaksa Agung, dan perwakilan Kepolisian Republik Indonesia.


"Penghargaan ini kami persembahkan juga untuk seluruh donatur dan insan pers yang selama ini setia membersamai kegiatan Yayasan Tiga Belas Bersaudara. Sesuai semboyan kami, 'Kami Ada Karena Anda, Kita Ada Untuk Mereka', keberadaan yayasan ini tidak terlepas dari dukungan para donatur sehingga bersama-sama dapat membantu masyarakat yang membutuhkan," tuturnya.


Sebagai seorang jaksa, H. Musa menegaskan aktivitas sosial yang dijalankannya tidak mengganggu tugas sebagai aparat penegak hukum.


"Semua kami lakukan secara proporsional dan profesional. Saat bertugas kami fokus menjalankan tugas negara, sedangkan kegiatan sosial dilakukan di luar jam kerja atau dengan mekanisme perizinan yang berlaku," katanya.


Ia menambahkan, motivasi utama menjalankan kegiatan sosial adalah mengamalkan sabda Rasulullah SAW, 'Khairunnas anfa'uhum linnas', yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.


Sementara itu, salah seorang orang tua peserta khitanan, Syahrial, warga Medan Krio, mengaku bersyukur dapat mengikuti program khitanan massal tersebut. Ia menilai kegiatan yang diselenggarakan Yatibersa sangat membantu masyarakat, terutama keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.


"Terima kasih kepada Yayasan Tiga Belas Bersaudara dan seluruh donatur. Program ini sangat membantu masyarakat. Pelayanannya juga sangat baik. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan jumlah pesertanya semakin banyak pada tahun-tahun mendatang," katanya.


Syahrial juga mendoakan seluruh donatur dan panitia agar senantiasa diberikan kesehatan, kelapangan rezeki, serta keberkahan atas kepedulian mereka terhadap masyarakat.()


Lebih baru Lebih lama

Iklan

Formulir Kontak