Panitia Merdang Merdem Audiensi dengan Wali Kota Medan


Opsiberita.com
- Panitia Merdang Merdem Kuta Medan 2026 audiensi dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Kantor Wali Kota Medan, Selasa (8/9/2026). Audiensi tersebut membahas persiapan pelaksanaan acara yang aka digelar pada 10 Oktober 2026.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, panitia menyampaikan rencana pelaksanaan acara sekaligus meminta arahan, dukungan, serta kepastian lokasi kepada Wali Kota Medan.



Hadir dalam audiensi tersebut Ketua Persadaan Sembiring Pelawi Ras Anak Beruna Nusantara, Drs Freddy Pelawi, serta Ketua Panitia Merdang Merdem, Datuk Seri Adil Fredy Haberham Sembiring Pelawi. Keduanya didampingi Wakil Ketua Panitia Merdang Merdem Terkelin Pelawi, Sekretaris Vonny Iriani br Pelawi S.Psi, Bendahara Losmen br Tarigan, dan Koordinator Acara Ir Sukril Saleh Peranginangin.

Ketua Panitia Datuk Seri Adil Fredy Haberham Sembiring Pelawi mengatakan, kedatangan panitia merupakan bagian dari upaya melaporkan persiapan kegiatan sekaligus meminta petunjuk dari Wali Kota terkait kesiapan dan pelaksanaan acara.

Menurutnya, pelaksanaan Merdang Merdem sebelumnya telah dilakukan di sejumlah lokasi bersejarah di Kota Medan, di antaranya Istana Maimun, Lapangan Merdeka, Lapangan Benteng, hingga kawasan Tugu Guru Patimpus.

“Acara ini sebelumnya pernah dilaksanakan di Istana Maimun, pernah dilaksanakan di Lapangan Merdeka, Benteng. Terus yang rekor MURI itu di Lapangan Benteng, Pak Wali. Jadi waktu itu kita pakai rekor MURI segala,” katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Merdang Merdem di Tugu Guru Patimpus juga pernah dilakukan pada masa awal kegiatan, ketika jumlah pengunjung masih berkisar 100 hingga 200 orang.

Karena itu, panitia berharap pelaksanaan Merdang Merdem tahun ini dapat kembali mendapat dukungan Pemerintah Kota Medan, termasuk kehadiran Wali Kota Medan dalam kegiatan tersebut.

“Insyaallah tahun ini kami mengharap kehadiran Pak Wali. Bagaimanapun kita ini melekat ke Pemko Medan. Tentu pimpinan ada Pak Wali Kota, sehingga kami mohon arahan dan petunjuk, di mana kita buat dan kira-kira tanggal berapa,” ujarnya.

Selain dukungan dalam pelaksanaan, panitia juga berharap adanya dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Medan melalui perangkat daerah terkait. Dukungan tersebut, lanjutnya, diperlukan agar pelaksanaan Merdang Merdem dapat berlangsung sukses dan melibatkan masyarakat lebih luas, termasuk masyarakat dari Kabupaten Karo.

Selain membahas teknis pelaksanaan, ia juga mengajukan lokasi untuk acara di Lapangan Merdeka yang akan digelar 10 Oktober 2026 dan akan disesuaikan dengan waktu Wali Kota Medan.  

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan gagasan agar Merdang Merdem diawali dengan kenduri dan doa bersama. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian penting untuk meningkatkan nilai sakral Merdang Merdem sekaligus melibatkan tokoh adat dan tokoh agama.

Sementara itu, Ketua Persadaan Sembiring Pelawi Ras Anak Beruna Nusantara, Drs Freddy Pelawi, mengawali penyampaiannya dengan mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Medan yang telah menerima panitia.

Ia kemudian menjelaskan sejarah Guru Patimpus sebagai tokoh yang dikenal sebagai pendiri Kota Medan.

“Kalau atok kita ini, Guru Patimpus, adalah sebagai pendiri Kota Medan, yang sudah kita akui bersama-sama, tapi bukan pemilik Kota Medan. Pemilik adalah kita bersama semuanya,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa secara tradisi Merdang Merdem seyogianya dilaksanakan pada 1 Juli, yang bertepatan dengan momentum kelahiran atau hari Guru Patimpus..

“Yang seyogianya pelaksanaan Merdang Merdem ini selalu dilaksanakan di 1 Juli, bertepatan ulang tahun atau kelahiran daripada Bulang Guru Patimpus. Tapi mungkin karena situasi dan kondisi, kami melihat kesibukan Pemko, maka kami juga menunggu seterusnya acara ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepanitiaan Merdang Merdem tahun ini diberikan kepada keturunan langsung Guru Patimpus. Menurutnya, Persadaan Pelawi Ras Anak Beruna Nusantara sebelumnya telah menyampaikan surat keputusan atau SK kepanitiaan kepada pihak terkait.

Dalam kesempatan itu, ia berharap pihak keluarga dan keturunan Guru Patimpus tetap dilibatkan dalam kepanitiaan dan pelaksanaan Merdang Merdem. Ia juga meminta dukungan Pemerintah Kota Medan untuk menyediakan bus bagi rombongan dari Desa Perbaji agar dapat hadir dan mengikuti rangkaian Merdang Merdem di Kota Medan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas berharap pelaksanaan Merdang Merdem tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia meminta agar nilai sakral dan makna budaya dalam kegiatan tersebut dapat lebih ditonjolkan.

“Harapan kami adalah bagaimana  acara ini tidak hanya sekadar seremonial karena ada acara saja. Tapi tingkat kesakralannya yang harusnya bisa kita tingkatkan,” ujarnya.

Karena itu, menurut Rico, diperlukan masukan dan konsep yang matang agar nilai sakral Merdang Merdem tetap terjaga, namun pada saat yang sama kegiatan tersebut dapat dinikmati dan dirasakan masyarakat secara luas.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan. Menurutnya, pelaksanaan Merdang Merdem dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga eksistensi budaya Karo sekaligus memperkuat nilai moral generasi muda.(ob/adm)

Lebih baru Lebih lama

Iklan

Formulir Kontak