Opsiberita.com - Kantor Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Fahum UMSU) yang berada di bawah tangga Gedung Fakultas Hukum UMSU, Jalan Kapten Muchtar Basri No. 3 Medan, hingga kini masih berdiri kokoh.
Bagi Eka Putra Zakran alias UDA, kantor tersebut bukan sekadar tempat berkumpulnya kader IMM. Bangunan itu menjadi saksi bisu perjalanan dan sejarah dirinya ketika masih berstatus sebagai mahasiswa UMSU stambuk 2003.
Di tempat itulah UDA pertama kali mengenal organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMSU. Saat itu, ia mengaku masih duduk di semester II Fakultas Hukum UMSU.
“Kalau tidak salah, waktu itu saya masih semester II. Setelah jam belajar, saat berdiri di depan Biro Administrasi Fakultas Hukum UMSU, datang seorang senior bernama Wan Abdul Manan. Beliau mengajak sekaligus memperkenalkan IMM kepada saya,” kenang UDA.
Menurutnya, saat itu Jangga Siregar dipercaya sebagai Ketua Umum IMM, sedangkan Wan Abdul Manan menjabat sebagai Sekretaris Umum.
Sejak mengenal IMM, UDA kemudian aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi. Salah satu pengalaman yang paling membekas dalam ingatannya adalah ketika dirinya dipercaya menjadi Ketua Panitia Darul Arqam Dasar (DAD), sebuah proses kaderisasi dasar bagi anggota IMM.
“Yang membuat saya selalu teringat ketika melintas di depan kantor PK IMM Fahum UMSU adalah saat pertama kali saya diberi amanah sebagai Ketua Panitia DAD,” ujarnya.
Kegiatan DAD tersebut dilaksanakan selama tiga hari tiga malam di Kampus I UMSU, Jalan Gedung Arca Medan, yang pada masa itu berada di kawasan depan kampus Institut Teknologi Medan (ITM).
Bagi UDA, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda organisasi. Ia mengaku begitu bersemangat memastikan seluruh rangkaian kaderisasi berjalan sukses dan lancar.
Bahkan, saking bersemangatnya menjalankan amanah sebagai ketua panitia, UDA mengaku tidak tidur selama dua hari dua malam. Bersama sejumlah panitia, ia terus berjaga dan mengawal jalannya kegiatan hingga dini hari.
“Wah, kalau saya ingat sekarang, itu tergolong nekat juga. Ketika seluruh peserta beristirahat setelah mengikuti jadwal latihan, saya dan beberapa tim panitia masih terus begadang sampai dini hari,” kenangnya.
Untuk menjaga stamina selama mengawal kegiatan, UDA mengaku saat itu terus mengonsumsi minuman energi kaleng bermerek Kratindeng.
“Bahkan ketika tim pelaksana mulai beristirahat, saya tetap bersemangat dan tidak tidur-tidur. Terhitung dua hari dua malam saya terus mengawal kegiatan. Pokoknya saat itu minum Kratindeng terus. Baru pada hari ketiga saya mengambil sedikit waktu untuk beristirahat,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut, kata UDA, menjadi salah satu bagian perjalanan yang tidak pernah dilupakannya selama aktif di IMM.
Menurutnya, banyak cerita dan pengalaman berharga yang ia dapatkan selama menjadi kader IMM. Organisasi tersebut tidak hanya memberikan pengalaman berorganisasi, tetapi juga membentuk karakter, rasa tanggung jawab, kebersamaan, serta semangat untuk berkontribusi.
“Banyak hal sebenarnya kalau mau dikenang tentang IMM. Makanya kalau cerita IMM pada masa itu, saya paling siap berdarah-darah,” pungkas UDA.
Kini, setiap kali melintas di depan kantor PK IMM Fahum UMSU, kenangan masa-masa mahasiswa itu kembali hadir dalam ingatannya. Kantor sederhana di bawah tangga tersebut seakan menjadi penanda penting dari sebuah perjalanan panjang yang turut membentuk dirinya hingga seperti sekarang.(ob/adm)
