UDA Kenang Kiprah di BEM PT UMSU: Dari Menteri Litbang hingga Master of Training Berbagai Kegiatan Strategis


Opsiberita.com
- Eka Putra Zakran, S.H., M.H., CDr., alias Ustadz Dunia Akhirat (UDA), mengenang perjalanan dan pengalaman organisasinya saat aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (BEM PT UMSU) periode 2006–2007.

Kala itu, UDA dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri yang membidangi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dalam struktur BEM PT UMSU di bawah kepemimpinan Presiden Mahasiswa Rahman Kamal Siregar dan Wakil Presiden Mahasiswa Herdianto Ahmadin.

Amanah tersebut diterimanya setelah sebelumnya aktif sebagai Ketua Bidang Kader dan Alumni PK IMM Fakultas Hukum UMSU hingga akhir 2006.

Menurut UDA, kepercayaan untuk masuk dalam struktur BEM PT UMSU tidak terlepas dari dinamika politik mahasiswa yang berlangsung sebelumnya. Saat itu, ia bersama Ronal Suhendri maju sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Fakultas Hukum UMSU dengan mengusung jargon “Cerdas dan Kreatif” serta membawa Partai Intelektual Muslim (PIM).

Kehadiran pasangan Eka Putra Zakran–Ronal Suhendri turut mendongkrak perolehan suara PIM yang sebelumnya belum menunjukkan hasil signifikan di lingkungan Fakultas Hukum UMSU. Pada momentum tersebut, suara PIM mulai mengalami peningkatan dan tersebar di sejumlah fakultas di lingkungan UMSU.

Meski hasil akhir penghitungan Komisi Pemilihan Umum Lembaga Aktivitas Mahasiswa (KPU LAM) UMSU menempatkan pasangan Eka–Ronal di posisi ketiga dari empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Fakultas Hukum UMSU, pengalaman tersebut justru menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi UDA.

Sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), UDA mengaku tidak pernah menjadikan jabatan sebagai sesuatu yang harus dikejar ataupun diminta. Namun, ketika kepercayaan dan amanah diberikan, ia berusaha menjalankannya dengan penuh komitmen dan tanggung jawab.

“Sebagai kader IMM, saya tidak pernah meminta-minta jabatan. Tetapi ketika diberikan amanah, tentu saya harus berkomitmen menjaga dan menjalankannya dengan sebaik-baiknya sesuai standar dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ungkap UDA.

Aktivitasnya di BEM PT UMSU kemudian membuat UDA dipercaya menangani sejumlah kegiatan strategis kemahasiswaan. Salah satunya menjadi Master of Training (MoT) dalam kegiatan bakti sosial selama sepekan di Desa Tapak Kuda, Kabupaten Langkat.

Selain itu, UDA juga dipercaya menjadi Master of Training (MoT) MPPMB UMSU serta Ketua Panitia Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) yang diikuti peserta dari berbagai BEM Fakultas di lingkungan UMSU.

Berbagai kepercayaan tersebut, menurut UDA, menjadi pengalaman berharga dalam membentuk kemampuan kepemimpinan, manajemen organisasi, serta keterampilan mengelola kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas.

“Saya juga tidak begitu memahami mengapa dalam satu tahun kepemimpinan Rahman Kamal Siregar sebagai Presiden Mahasiswa dan Herdianto Ahmadin sebagai Wakil Presiden Mahasiswa kala itu, banyak kegiatan strategis yang dipercayakan kepada saya untuk mengelolanya,” kenang UDA.

Namun, bagi UDA, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa sebuah amanah tidak harus dicari, melainkan harus dijawab dengan kerja nyata ketika kepercayaan telah diberikan.

“Bagi saya, kalau meminta-minta jabatan, tidaklah. Tetapi kalau diberi kepercayaan, kita akan laksanakan dengan jitu. Istilahnya harus MELEJIT,” ujarnya.

UDA menjelaskan, istilah “MELEJIT” yang dimaksud bukan sekadar bermakna menghasilkan sesuatu secara cepat, melainkan merupakan prinsip pribadi dalam menjalankan amanah, yakni melaksanakan tugas secara jitu, tuntas, terukur, dan terarah.

“Bagi saya, MELEJIT itu adalah melaksanakan dengan jitu, tuntas, terukur dan terarah,” tegasnya.

Pengalaman berorganisasi di masa mahasiswa tersebut, lanjut UDA, menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinannya hingga saat ini. Pengalaman mengelola kegiatan, memimpin kepanitiaan, serta dipercaya menjadi Master of Training dinilainya sebagai modal berharga dalam membangun kemampuan bekerja secara sistematis, terukur, dan bertanggung jawab.

Kini, UDA dikenal sebagai praktisi hukum, akademisi, dan aktivis organisasi. Ia merupakan kandidat doktor hukum pada Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan serta dipercaya mengemban amanah sebagai Koordinator Bidang Hukum, HAM, LHKP, dan LBH-AP PDM Kota Medan.

Menurut UDA, pengalaman masa lalu dalam dunia kemahasiswaan bukan sekadar cerita nostalgia, melainkan bagian dari perjalanan panjang yang mengajarkan arti penting amanah, kepemimpinan, tanggung jawab, dan konsistensi dalam bekerja. 

“Jabatan itu amanah. Yang paling penting bukan seberapa tinggi posisi yang kita duduki, tetapi seberapa baik kita melaksanakan kepercayaan yang diberikan,” pungkas UDA.(ob/adm)

Lebih baru Lebih lama

Iklan

Formulir Kontak